HiLo Soleha: High Vitamin D




Assalamualaikum muslimah! Sudah tahukah kamu tentang HiLo Soleha? Apa sih bedanya dengan produk HiLo lainnya? Dan kenapa ada nama ‘Soleha’-nya? Inilah jawaban buat kamu yang penasaran hehe.

Masa Sih Ada HiLo Soleha?

HiLo adalah merek susu yang diproduksi oleh perusahaan Nutrifood Indonesia. Dengar-dengar nama Hilo berasal dari kata "High" dari High Calcium dan "Low" dari Low Fat yang muncul pada tulisan kemasan produk pertama HiLo yang dirilis pada tahun 2004, tapi belum pasti juga sih hehe.

Merek HiLo sendiri terdiri atas beberapa jenis produk dan umumnya, semua produk yang dikeluarkan HiLo mengutamakan sifat tinggi kalsium dan rendah lemak, yaitu:

·         HiLo Active, produk pertama HiLo, yaitu susu yang ditingkatkan konsentrasi kalsiumnya bagi usia 19-50 tahun.

·         HiLo Gold, produk susu Hilo dengan kandungan kalsium lebih tinggi dari HiLo Active, diperuntukkan bagi usia di atas 51 tahun.

·         HiLo Teen, produk susu Hilo yang diperuntukkan bagi remaja dengan kandungan Kalsium 600 mg/saji. Produk ini juga ditingkatkan kandungan vitamin B1 dan B2-nya.

·         HiLo School, produk Hilo yang diperuntukkan bagi anak sekolah dengan tinggi kalsium dengan lemak yang paling rendah dan nutrisi lengkap untuk pertumbuhan anak.

·         Hilo Platimum, produk susu HiLo dengan rasa cokelat Swiss rendah lemak, lebih tinggi kandungan kalsiumnya (650mg/serving). Walaupun diiklankan dengan tante Beti gesit, namun sebenarnya produk ini boleh diminum untuk segala usia yang membutuhkan kalsium lebih tinggi.

Produk di atas tadi pasti udah sering kamu lihat di toko-toko, kalau HiLo Soleha? Saya pun baru tahu beberapa minggu lalu, waktu itu saya sedang berbelanja cemilan bersama teman-teman saya untuk menginap, ketika di bagian susu saya terkejut dan tertawa karena melihat susu bubuk HiLo Soleha rasa coklat vanila. Saat itu saya benar-benar tidak tahu apa maksudnya produk ini memasang label ‘Soleha’, memangnya ini hanya untuk wanita berkerudung? Atau hanya untuk wanita yang soleha? Atau hanya strategi pemasaran saja? Entahlah. Karena unik dan terbilang belum banyak yang tahu saya memutuskan memosting-nya di Instagram. Hasilnya banyak komentar dari teman-teman yang tidak percaya dengan apa yang saya temukan. Tapi karena hari itu saya tidak bermaksud untuk membeli susu jadi saya tinggalkan saja dan lanjut berbelanja.


(@diyaninds’s Instagram)
Seminggu kemudian saya meminta ibu saya untuk membeli HiLo teen, tapi sepulang berbelanja ibu saya malah membeli HiLo Soleha. Karena tidak mungkin dikembalikan lagi akhirnya saya coba bertanya ke customer service yang ada di kardus susunya dan juga melalui twitter @HiLoSoleha sebab di susu tersebut tidak mencantumkan usia untuk si pemakainya, dan ini dia jawabannya:



Tetapi usut punya usut ternyata sebenarnya susu HiLo Soleha ini untuk 19 tahun ke atas, tapi tak apalah karena rasanya enak juga hehe.

Kandungan HiLo Soleha

HiLo Soleha merupakan susu mineral alami untuk orang yang kurang mendapatkan sinar matahari dengan kandungan vitamin D yang lebih tinggi yaitu 200 IU vitamin D/ serving dan memenuhi 100% AKG.

Kenapa Harus HiLo Soleha?

Kamu pasti pernah merasakan malasnya keluar rumah saat pagi hari karena panas dan takut berkeringat. Padahal matahari pagi itu bagus untuk kesehatan karena mengandung vitamin D yang banyak. Lalu sebenarnya apa sih manfaat vitamin D? Vitamin ini memiliki peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin D  juga dapat menghancurkan bakteri dan virus yang ada dalam tubuh kita,dan berperan dalam penyerapan kalsium. Coba bayangkan kalau kamu kekurangan vitamin D, kekebalan tubuh melemah akibatnya banyak penyakit menyerang seperti multiple sclerosis bahkan kanker. Hihh...

Untuk inilah HiLo Soleha hadir untuk kamu yang jarang terkena sinar matahari. Walaupun terdapat label ‘Soleha’ menurut saya produk ini tentu saja bukan hanya untuk wanita berhijab tetapi juga para wanita yang bekerja di dalam kantor ataupun wanita yang membutuhkan vitamin D lebih lainnya.


Referensi:
Read More >>

Analisis Koperasi "Koperasi Insan Sejahtera"


Nama Koperasi         : Koperasi Insan Sejahtera
Alamat Koperasi       : Jalan Gardu, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12640
Telepon                      : (021) 7271034
Narasumber               : Naidi (Ketua Koperasi Insan Sejahtera PPPPTK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Bahasa)



·          Apa itu PPPTK Bahasa?
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK Bahasa) adalah lembaga baru yang sebelumnya bernama PPPG Bahasa. Dengan tugas baru berdasarkan Permendiknas Nomor 8 Tahun 2007, PPPPTK Bahasa memiliki tugas dan fungsi yang sangat luas yang tidak lagi terbatas pada pendidikan dan pelatihan. Tugas baru tersebut adalah melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) bahasa.
PPPPTK Bahasa dalam mengembangkan program dan kegiatannya selalu mengacu pada tiga pilar kebijakan Departemen Pendidikan Nasional.  Ketiga pilar tersebut meliputi pemerataan dan perluasan akses, peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing serta penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik.  Program yang dikembangkan tidak hanya ditujukan untuk guru tetapi juga untuk kepala sekolah, pengawas, tenaga laboran sekolah, pengelola perpustakaan sekolah, dan tenaga administrasi sekolah. Fokus program mencakup pengembangan, pemberdayaan, dan peningkatan kompetensi.

·               Profil Koperasi Insan Sejahtera
Koperasi Insan Sejahtera berdiri secara hukum pada tahun 2000 yang diresmikan oleh Kementerian Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah RI dengan Surat Keputusan Nomor 38/BH/KDK.9.4/V/2000 tanggal 29 Mei 2000. Keanggotaan koperasi ini khusus karyawan PPPPTK Bahasa yang hingga saat ini berjumlah 220 orang anggota.

·               Tujuan Koperasi
Sebagai koperasi karyawan, koperasi Insan Sejahtera memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi anggota yang merupakan karyawan itu sendiri serta mewujudkan kesejahteraan anggota secara umum. Untuk mewujudkan tujuan tersebut aktivitas usaha yang dilaksanakan hingga saat ini adalah:
1.   Usaha Simpan Pinjam, dengan usaha ini diharapkan koperasi dapat memberi manfaat bagi karyawan yang menjadi anggota secara menyeluruh.
2.        Usaha Perdagangan Barang Sembako (umum), dengan usaha ini diharapkan koperasi tidak hanya memberikan manfaat bagi anggota/karyawan namun juga masyarakat disekitarnya.
3.        Mengadakan usaha jasa dibidang ATK, fotocopy, percetakan, wartel, distributor, dan lain lain.
4.  Kerja sama dengan pihak lain, baik perusahaan swasta maupun pemerintahaan serta BUMN/BUMD.

·               Visi Koperasi
1.        Memberikan pelayanan terbaik bagi anggota dan masyarakat sekitar maupun pelanggan umum
2.        Membangun potensi karyawan dalam berorganisasi melalui keanggotaan koperasi
3.        Memberikan manfaat serta keuntungan bagi anggota

·               Misi Koperasi
1.        Menjadi unit usaha yang bermanfaat bagi setiap anggota
2.   Menjadi tempat anggota meningkatkan potensi serta produktifitasnya melalui kegiatan diskusi maupun rapat anggota.

·               Konsep Koperasi
Prinsip Koperasi Insan Sejahtera dalam melaksanakan usahanya berdasarkan pada UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, yaitu:
  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
  3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
  4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  5. Kemandirian
  6. Pendidikan perkoperasian
  7. Kerjasama antar koperasi

·               Kendala yang Dihadapi Koperasi Insan Sejahtera
1.           Kekurangan modal usaha
Pada umumnya sumber permodalan unit koperasi terdiri dari dua sumber, yaitu:
a.              Modal Sendiri
Yang dimaksud dengan modal sendiri dalam penjelasan pasal 1 ayat (2) UU Nomor 25 Tahun 1992 adalah modal yang menanggug resiko atau disebut modal ekuiti. Yang termasuk sumber modal sendiri adalah :
a. Simpanan Pokok
b. Simpanan Wajib
c. Dana Cadangan
d. Hibah

b.              Modal Pinjaman
Pengembangan kegiatan usahanya, koperasi dapat menggunakan modal pinjaman dengan memperhatikan kelayakan dan kelangsungan usahanya. Modal pinjaman dapat berasal dari :
a. Anggota
b. Koperasi Lain / atau Anggotanya
c. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya
d. Penerbitan Obligasi dan Surat Hutang Lainnya
e. Sumber Lainnya Yang Sah
2.        Sulitnya mencari barang yang murah untuk dijual kembali

Kendala
Solusi

1.Kekurangan Modal dalam Usaha









1. Menurut saya dalam permasalahan ini, pemerintah harus turut serta dalam mengatasinya. Sebab selama ini koperasi kesulitan mendapatkan modal cenderung karena rumitnya sistem pinjaman serta berbagai regulasi yang ada.


2. Pemerintah harus memperbaiki sistem pinjaman bagi koperasi maupun usaha kecil menengah untuk menciptakan koperasi yang siap berkompetisi di perekonomian Indonesia saat ini.

2. Sulitnya mencari barang yang murah untuk dijual kembali


1. Untuk permasalahan ini, menurut saya Koperasi Insan Sejahtera harus pintar dalam memilih agen maupun distributor. Bekerja samalah dengan penyalurnya langsung untuk mendapatkan barang dagangan dengan harga yang murah.


·             Bukti/Surat Keterangan Kunjungan Observasi



Sumber:



Read More >>

Mengapa Koperasi Sulit Berkembang di Indonesia



            Koperasi merupakan sebuah bidang usaha yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Koperasi adalah milik bersama anggota, usahanya diatur sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anggotanya melalui musyawarah rapat anggota. Koperasi harus sepenuhnya mengabdi pada kepentingan perikemanusiaan dan masyarakat dan bukan kepada kebendaan maupun untuk tujuan meperkaya diri sendiri.
            Menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 Pasal 3 koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
            Besarnya peran koperasi bagi Indonesia membuatnya sering disebut urat nadi perekonomian negara ini. Maka dari itu, sudah saatnya masyarakat harus menyadari pentingnya koperasi dengan ikut serta dalam menjalankan organisasi ini untuk mencapai tujuan bersama, yaitu membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Koperasi dapat diklasifikasinya menjadi beberapa bagian. Berdasarkan fungsinya koperasi terdiri dari:
1.      Koperasi konsumsi, yang didirikan dengan tujuan untuk memenuhi segala kebutuhan/konsumsi dari anggotanya.
2.      Koperasi jasa, bergerak di bidang jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan serta keinginan anggota.
3.      Koperasi produksi, terdiri dari sekelompok orang yang memiliki usaha produksi sebagai anggotanya.
Berdasarkan jenis usahanya koperasi terdiri dari:
1.    Koperasi Simpan Pinjam.
2.    Koperasi Serba Usaha.
3.    Koperasi Konsumsi.
4.    Koperasi Produksi.
Berdasarkan keanggotaannya serta lokasi usahanya koperasi terdiri dari:
1.    Koperasi Unit Desa, yang beranggotakan para petani dari suatu daerah.
2.    Koperasi Karyawan, yang beranggotakan para karyawan dalam suatu institusi.
Berdasarkan jenjang kewilayahan dan keanggotaannya koperasi terdiri dari:
1.    Koperasi primer, koperasi yang anggotanya adalah perorangan.
2.    Koperasi sekunder, koperasi yang anggotanya meliputi kumpulan berbagai koperasi sejenis. Berdasarkan wilayahnya, koperasi sekunder terbagi menjadi dua bentuk, yaitu gabungan koperasi dan induk koperasi.

Dengan ciri koperasi yang berasas kekeluargaan seharusnya koperasi dapat berkembang dengan pesat, terlebih lagi berdasarkan moral serta kebudayaan di Indonesia yang menjujung tinggi nilai-nilai Pancasila dan gotong royong, koperasi memang sangat cocok untuk menjadi penentu perkembangan perekonomian. Namun sayangnya, perkembangan koperasi Indonesia sangatlah memprihatinkan. Maraknya penipuan serta banyaknya status koperasi yang tidak jelas membuat masyarakat resah dan enggan untuk menjalin keanggotaan.
Di era modern ini, manusia semakin menuntut kecepatan serta kemudahan dalam melakukan segala kegiatan. Dengan adanya berbagai badan usaha lain yang lebih cepat  dalam pelayanan serta sistem yang lebih mudah dan memberi kesan  praktis bagi masyarakat, maka eksistensi koperasi menjadi semakin rendah hingga terkesan sebagai badan usaha yang kuno dan ketinggalan zaman.
Salah satu ciri koperasi yang sehat adalah Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk mengevaluasi kegiatan koperasi selama setahun. Namun, dengan kurangnya pemahanan tentang koperasi oleh para pengelola membuat kelembagaan semakin lemah. Diikuti kurangnya partisipasi para anggota dalam usaha koperasi. Jadi secara garis besar, alasan mengapa Koperasi di Indonesia sulit berkembang adalah sebagai berikut:

1.         Penataan Kelembagaan
Selama ini penataan kelembagaan koperasi harus mendapatkan izin dari berbagai dinas instansi. Hal ini membuat penataan masih sulit dilakukan, untuk mendukung otonomi daerah seharusnya pemerintah juga mempertimbangkan untuk membuat suatu badan hukum khusus koperasi pada setiap wilayah untuk menjembatani permasalahan masing-masing daerah secara cepat dan tepat.

2.         Produktivitas dan Efisiensi
     Krisis moneter yang berkepanjang juga berpengaruh besar terhadap efisiensi kinerja koperasi dalam usahanya. Maka butuh adanya suatu peningkatan terhadap produktivitas setiap anggota untuk mencapai efisiensi di segala bidang termasuk sektor produksi dan distribusi. Pemberian fasilitas sarana prasana serta kemitraan yang dirasa kurang oleh pemerintah membuat koperasi masih sulit berkembang, apalagi dengan kurangnya sumber daya manusia yang berperan aktif dalam kelembagaannya.

3.         Akses Kredit
     Akses koperasi untuk mendapatkan permodalan atau pembiayaan saat ini masih sulit karena melalui lembaga keuangan (perbankan) terutama karena adanya syarat penjaminan. Kondisi iklim yang kondusif juga perlu diciptakan pemerintah dalam rangka pengembangan usaha, teknologi koperasi serta kemitraannya.

4.      Kejujuran
     Kejujuran adalah kunci kesuksesan. Sulitnya meciptakan lingkungan kelembangaan yang bersih dan jujur menjadi momok bagi setiap organisasi maupun badan usaha. Hal ini terbukti dengan makin maraknya penipuan atas nama koperasi di berbagai daerah yang membuat masyarakat makin resah dan sulit untuk percaya terhadap kinerja koperasi secara umum. Terlebih lagi ketidak adaanya pertanggung jawaban jika ada dana yang hilang, serta kepentingan pribadi yang semakin dinomor satukan.

5.      Distribusi, Pemasaran dan Promosi
     Pendistribusian produk yang dihasilkan koperasi mengalami kesulitan karena tidak kokohnya jalur distribusi yang ada. Koperasi juga tidak mampu mengadakan pemasaran dan promosi yang memadai bagi setiap produk ke masyarakat sehingga eksistensinya semakin tidak terlihat.

6.      Rendahnya Partisipasi Anggota
     Selama ini banyak koperasi berdiri hanya karena formalitas di berbagai instansi. Masih banyak anggota yang belum memiliki pengetahuan cukup tentang koperasi dan hanya menganggap koperasi hanya sekedar melayani pelanggan atau konsumen. Padahal dalam segala bidang koperasi sangat membutuhkan partisipasi setiap anggota, terutama tentang informasi kebutuhan anggota itu sendiri. Dengan partisipasi anggota juga dapat meningkatkan semangat kerja, tanggung jawab dan kerjasama dalam mencapai tujuan bersama.

7.      Manajemen Koperasi Belum Profesional
     Rendahnya tingkat pendidikan serta pemahaman pengelola terhadap perkoperasian membuat manajemen koperasi tidak berjalan efektif. Seperti manajemen badan usaha lainnya koperasi juga memerlukan adanya perencanaan, pengorganisasian, pengarahan serta pengawasan yang  profesional agar dapat berjalan efektif dan efisien dalam segala keputusan yang dibuat.

8.         Pesaing Usaha Sejenis
     Maraknya persaingan usaha sejenis tidak dapat dipungkiri juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan koperasi. Kini banyak badan usaha yang dirasa masyarakat lebih praktis dan terpercaya dibanding koperasi.

9.         Harga Barang Lebih Mahal dari Harga Pasar
     Sebagai konsumen, dalam memilih barang untuk dibeli pasti kita tidak hanya melihat dari sisi kualitas tetapi juga harganya. Ketidakmampuan dalam mengatur tingkat harga produk yag dijual membuat masyarakat enggan membeli di koperasi. Hal ini menyebabkan laba yang dihasilkan koperasi makin turun atau bahkan merugi hingga banyak koperasi yang terpaksa tidak beroperasi lagi.

            Perkembangan koperasi di Indonesia memang tidak semaju koperasi di negara-negara maju (barat) yang lahir dan tumbuh dengan suasana persaingan pasar untuk melawan ketidakadilan pasar. Namun dengan adanya perkembangan potensi rakyat melalui gerakan koperasi untuk menghadapi otonomi daerah diharapkan masyarakat menjadi lebih dekat, semakin mengenal dan mulai membiasakan diri untuk berkoperasi karena lahir dari lingkungan yang sama. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan koperasi, yaitu:
1.         Sasaran operasional pembangunan koperasi
2.         Kebijakan pokok untuk pembangunan koperasi
3.         Pemberdayaan koperasi

Referensi:




Read More >>

Cara Laba-Laba Membangun Jaringnya

Ada yang tau? Gimana sih laba-laba membangun jaringnya? Yuk.. disimak :)

A. Pondasi Horisontal
Hal pertama dan tersulit adalah membentangkan benang pondasi secara horisontal layaknya sebuah jembatan gantung tanpa tiang penyangga. Untuk melakukannya, apakah ia terbang atau melompat? Ataukah melemparkan tali laso seperti koboi? Ataukah ia berjalan menyusuri ke bawah? Tidak, melainkan mirip menerbangkan layang-layang, ia menyemprotkan benang dengan panjang yang mencukupi lalu mengandalkan angin untuk menambatkan ujungnya yang lengket ke titik seberang.

Laba-Laba

Pada proses ini bisa dikatakan laba-laba menggunakan keahlian navigasi pilot yang memperhitungkan tiga elemen dasar yaitu jarak tempuh, kecepatan angin dan altitude ketinggian.

Proses Pembuatan Jaring

B. Titik Pusat Radius
Setelah terbentang benang pondasi horisontal, ia kemudian membangun titik pusat radius dengan cara mencari titik ayun terendah dari benang pondasi. Dari titik tersebut ia lalu menariknya secara vertikal dengan mengaitkan sebuah benang dan turun vertikal hingga ke dasar bawah membentuk huruf “Y”.

Bisa dikatakan pada proses ini laba-laba menggunakan kalkulasi trigonometri.

Proses Titik Pusat Radius 1

Proses Titik Pusat Radius 2

Proses Titik Pusat Radius 3



C. Perimeter Bangunan
Setelah titik pusat dibuat, laba-laba kemudian membangun perimeter pondasi terluar, tergantung kondisi lingkungannya, bisa berbentuk segi empat, pentagonal, heksagonal, atau oktagonal, dll.

Pada proses ini bisa dikatakan laba-laba punya keahlian yang sama dengan pasukan komando dalam mengamankan perimeter di sekitarnya.

Proses Perimeter Bangunan

D. Jari-Jari Simetris
Setelah perimeter pondasi terbentuk, barulah ia membangun pondasi ruang dalam dengan merangkai jari-jari yang simetris yaitu dengan merajutkan benang-benang dari titik pusat ke perimeter pondasi atau sebaliknya hingga membentuk jari-jari seperti yang kita lihat dalam jari-jari sepeda.

Jaring-jaring simetris berguna untuk mengisolasi kerusakan pada sektor tertentu dalam jaring atau dengan kata lain bila salah satu benang putus tidak mempengaruhi stabilitas seluruh jaring.

Proses Jari-Jari Simetris

Contoh Jari-Jari Simetris

E. Jaring Spiral
Setelah jari-jari pondasi dalam terbangun, laba-laba mulai membangun jaring spiral yang dimulai dari titik pusat radius menuju perimeter pondasi. Pada umumnya pola geraknya mirip seperti sebuah galaksi atau putaran rotasi planet-planet di tata surya, bahkan bisa juga dikatakan mirip dengan putaran Thawaf di Mekah.

Jaring spiral selain sebagai jaring perangkap, berfungsi pula sebagai perangkap air untuk laba-laba.

Proses Jaring-Jaring Spiral

Contoh Jaring Spiral

F. Stabilimentum
Bila jaring-jaring perangkap yang dibuatnya berada di jalur yang minim mangsa, maka laba-laba akan membuat Stabilimentum yaitu jaring ornamen tambahan yang berfungsi untuk memikat mangsa. Bentuk ornamen Stabilimentum bervariasi tergantung mangsa di sekitarnya dapat berpola seperti bunga ataupun serangga kecil yang dapat memikat mangsa untuk datang kepadanya. Berikut contoh pola ornamen stabilimentum:

Stabilimentum

Stabilimentum 2

Read More >>