TOEFL Skill (Structure and Written Expression): Skill 5


Skill 5: Past Participle
Sebelumnya, telah dibahas tentang skill 4 pada structure question yaitu tentang penggunaan dan posisi Present Participle. Skill 5 membahas tentang penggunaan dan posisi Past Participle yang berbentuk passive voice (di ...). Past Participle sering berakhiran -ed, tapi perlu diketahui bahwa banyak bentuk past participle yang irregular (tidak beraturan).  Banyak kata kerja termasuk yang berkhiran -ed dapat meembingungkan apakah verb itu simple past atau past participle. 
1.      She painted this picture. (simple past)
2.      She has painted this picture. (past participle)
3.      The picture painted by Karen is now in a museum (adjective)
Past participle yaitu Verb III: purchased, written, taught,dll. Bentuk present participle dapat menjadi pengecoh dalam soal tes Structure TOEFL. Past participle bisa saja menjadi adjective (kata sifat) yang umunya menjelaskan subjek layaknya appositive atau menjadi bagian dari kata keja (verb) ketika di dahului oleh be (am, is, are, was, were) dan have (have, has, had)
1.      The family has purchased a television.
Past participle 'purchased' merupakan bagian dari kata kerja karena di dahului oleh have (has).
2.      The poem was written by Paul.
Past participle 'written' juga merupakan bagian dari kata kerja karena di dahului oleh be (was).
3.      The television purchased yesterday was expensive.
Past participle ‘purchased’ tidak diikuti oleh be atau pun have maka merupakan bentuk adjective yang menjelaskan masing-masing subjek dari kalimat yaitu television.

Contoh soal TOEFL terkait Past Participle
The packages _____ mailed at the post office will arrive Monday.
a) have
b) were
c) them
d) just
Jika di lihat sekilas atau hanya awal kalimatnya saja bisa-bisa kita terkecoh dengan menganggap mailed  itu sebagai verb dari kalimat padahal kalau kita lihat kalimatnya selengkapnya maka kita lihat ada verb di sana yaitu will arrive. Jadi dapat kita ketahui bahwa mailed itu bukanlah bagian dari verb melainkan sebagai adjective. Olehnya jawaban a) havedan d) were tidak dibutuhkan oleh mailed -yang berfungsi sebagai adjective. Jawaban c) them (objek tidaklah dibutuhkan. Jadi jawaban paling tepat yaitu d) just (adverb).

Contoh Soal Skill: 5
Each of the following sentences contains one or more past participles. Underline the subjects once and the verbs twice. Circle the past participles and label them as adjectives or verbs. Then indicate if the sentences are correct (C) or incorrect (I).
________ 1. The money was offered by the client was not accepted.
________ 2. The car listed in the advertisement had already stalled.
________  3. The chapters were taught by the professor this morning will be on next week’s exam.
________ 4. The loaves of bread were baked in a brick oven at a low temperature for many hours.
________ 5. The ports were reached by the sailors were under the control of a foreign nation.        
________ 6. Those suspected in the string of robberies were arrested by police.        
________ 7.The pizza is served in this restaurant is the tastiest in the country.        
________ 8. The courses are listed on the second page of the brochure have several prerequisites.  
________ 9. All the tenants were invited to the Independence Day barbecue at the apartment complex.
________ 10. Any bills paid by the first of the month will be credited to your account by the next day.

Kunci Jawaban:
____I____ 1. The money was offered by the client was not accepted.
____C____ 2. The car listed in the advertisement had already stalled.    
____I____ 3. The chapters were taught by the professor this morning will be on next week’s exam.  
____C____ 4. The loaves of bread were baked in a brick oven at a low temperature for many hours.   
____I____ 5. The ports were reached by the sailors were under the control of a foreign nation.        
____C____ 6. Those suspected in the string of robberies were arrested by police.
____I____ 7. The pizza is served in this restaurant is the tastiest in the country.        
____I____ 8. The courses are listed on the second page of the brochure have several prerequisites.
____C____ 9. All the tenants were invited to the Independence Day barbecue at the apartment complex.
____C____ 10. Any bills paid by the first of the month will be credited to your account by the next day.

Keterangan:

Pada kalimat 2, 4, 6, 9, dan 10 merupakan bentuk kalimat yang benar (sudah terdapat subjek dan verb) beserta penggunaan  past participle telah benar. Pada kalimat 1, 3, 5, 7, 8 merupakan bentuk kalimat salah karena mempunyai double verb. 

Sumber:
Read More >>

TOEFL Skill (Structure and Written Expression): Skill 4


TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah ujian untuk mengukur tingkat kemampuan berbahasa inggris bagi orang yang bukan pengguna asli bahasa inggris. Tes ini dikeluarkan oleh ETS (Educational Testing Service) di New Jersey. Dulu, di Indonesia TOEFL hanya menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa jurusan bahasa inggris, namun sekarang meluas menjadi syarat kelulusan berbagai jurusan, syarat mengambil beasiswa, hingga syarat melamar pekerjaan dan kenaikan jabatan.
Tes TOEFL memiliki tiga jenis utama, yaitu PBT (Paper Based Test) yang menggunakan kertas, CBT (Computer Based Test) yang menggunakan komputer, dan iBT (internet Based Computer) yang menggunakan internet. Jika dilihat dari materi ujiannya paper test dan computer test sama-sama tidak memasukan materi speaking. Sementara internet test memasukkan materi speaking ke dalam soal ujian.
Secara umum, TOEFL terdiri atas empat bagian, yaitu:
1.       Listening comprehension (keahlian mendengar),
2.      Structure and written expression (penguasaan tata bahasa),
3.      Reading comprehension (keahlian membaca),
4.      Test of written English (keahlian menulis)
Seperti soal-soal section lainnya (Listening dan Reading), soal dari Structure and Written Expression berbentuk multiple choice (pilihan ganda). Structure and written expression berguna untuk menguji penguasaan unsur gramatikal dalam tata bahasa inggris. Peserta tes harus memilih cara yang tepat untuk melengkapi kalimat atau menemukan kesalahan dalam kalimat. Umumnya Structure and Written Expression terdiri dari 40 soal dengan waktu 25 menit. Dalam Structure and Written Expression terdapat dua bentuk pertanyaan, yaitu structure yang terdiri dari 15 butir soal (1-15), dan written expression yang terdiri dari 25 soal (16-40). Structure and Written Expression terdiri atas berbagai skill. Skill yang akan dibahas kali ini adalah skill 4.

Skill 4: Present Participles
Present participle yaitu Verb + ing: talking, playing, watching,dll. Bentuk present participle dapat menjadi pengecoh dalam soal tes Structure TOEFL. Present participle bisa saja menjadi adjective (kata sifat) yang umumnya menjelaskan subjek layaknya appositive atau menjadi bagian dari kata keja (verb) ketika di dahului oleh be (am, is, are, was, were).
1.      The man is talking to his friend.
Present participle talking pada kalimat ini merupakan bagian dari kata kerja karena di dahului oleh be (is).
2.      The man talking to his friend has a beard.
Present participle talking pada kalimat ini merupakan sebuah adjective (menjelaskan mengenai laki-laki itu) dan bukan sebagai bagian dari kata kerja karena tidak di dahului oleh be.
Contoh Soal TOEFL terkait Present Participle
The child _____ playing in the yard is my son.
a) now
b) is
c) he
d) was
Pada kalimat di atas kita bisa melihat bahwa kalimat tersebut sudah mempunyai subjek (the child) dan verb (is). Jadi kata present participle playing merupakan sebuah adjective sehingga tidak butuh be sebelumnya. Olehnya jawaban b) is dan d) was tidak dibutuhkan oleh kalimat di atas (jawaban salah). Kalimat di atas sudah sempurna karena sudah mempunyai subjek dan verb sehingga tidak butuh lagi kata kerja (is/was) atau subjek (he) sehingga c) he juga salah. Jadi jawaban paling tepat yaitu a) now (adverb).

Contoh Soal Skill 4
Each of the following sentences contains one or more present participles. Underline the subjects once and the verbs twice. Circle the present participles and label them as adjectives or verbs. Then indicate if the sentences are correct (C) or incorrect (I).
_______1. The companies offering the lowest prices will have the most customers.
_______2. Those travelers are completing their trip on Delta should report to Gate Three.
_______3. The artisans were demonstrating various handicrafts at booths throughout the fair.
_______4. The fraternities are giving the wildest parties attract the most new pledges.
_______5. The first team winning four games is awarded the championship.
_______6. The speaker was trying to make his point was often interrupted vociferously.
_______7. The fruits were rotting because of the moisture in the crates carrying them to market.
_______8. Any students desiring official transcripts should complete the appropriate form.
_______9. The advertisements were announcing the half-day sale received a lot of attention.
_______10. The spices flavoring the meal were quite distinctive

Kunci jawaban:
___C___1. The companies offering the lowest prices will have the most customers.
___I___ 2. Those travelers are completing their trip on Delta should report to Gate Three.
___C___ 3. The artisans were demonstrating various handicrafts at booths throughout the fair.
___I___ 4. The fraternities are giving the wildest parties attract the most new pledges.
___C___5.The first team winning four games is awarded the championship.
___I___ 6. The speaker was trying to make his point was often interrupted vociferously.
___C___7. The fruits were rotting because of the moisture in the crates carrying them to market.
___C___8. Any students desiring official transcripts should complete the appropriate form.
___ I___9. The advertisements were announcing the half-day sale received a lot of attention.
___C__ 10. The spices flavoring the meal were quite distinctive.

Keterangan:
Pada kalimat 1, 3, 5, 7, 8, dan 10 merupakan bentuk kalimat yang benar (sudah terdapat subjek dan verb) beserta penggunaan  present participle telah benar. Pada kalimat 2, 4, 6, 9 merupkan bentuk kalimat salah karena mempunyai double verb.

Sumber:
Al Huda, Zin-Giber. 2014. Top Fokus TOEFL. Surabaya: Genta Group Production.
Read More >>

Wajah

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman dalam berganti krim wajah. Sejak SMA, saya sudah rutin menggunakan krim wajah Eva Mulia. Saya merasa sangat cocok dengan produk ini, namun 1 bulan belakangan mulai timbul jerawat-jerawat kecil di area pipi yang cukup mengganggu meski tertutup jilbab. Akhirnya saya mulai berpikir untuk menghentikan pemakaian.
Berhubung tidak ada uang tambahan untuk biaya perawatan wajah dari orang tua, saya  memilih untuk mencari informasi sendiri dari internet daripada harus konsultasi. Setelah berselancar di internet beberapa lama dan membaca banyak pengalaman orang, saya menyimpulkan bahwa wajah saya sudah kebal dengan produk ini. Menurut informasi yang ada, hal ini wajar terjadi pada pemakaian yang sudah cukup lama dari suatu produk.
Di saat yang bersamaan, teman SMA saya yang bernama Clodia merekomendasikan tempat perawatannya yang baru, yaitu Dr. Eva Dharmawangsa. Saya yang memang sedang bermasalah dengan wajah akhirnya mulai mencari ulasan tentang tempat ini, dan hasilnya pun membuat saya tertarik. Tidak sedikit pengguna yang merasa sangat puas dengan hasil penggunaan krim Dr. Eva Dharmawangsa. Apalagi banyak juga orang yang bilang bahwa harga krim di sana sangat terjangkau, lumayan juga uang lebihnya bisa digunakan untuk jajan di kampus hehe.
Setelah mendapat rekomendasi dari Clodia, akhirnya saya membulatkan tekat untuk berhenti memakai krim Eva Mulia apapun yang terjadi. Pada awalnya wajah saya masih terasa normal, namun setelah seminggu wajah saya mulai beruntusan, gatal dan kadang perih. Akhirnya minggu itu juga saya meminta teman saya yang bernama Indah untuk mengantar saya ke Dr. Eva Dharmawangsa. Sesampainya di sana saya langsung mendaftarkan diri sebagai anggota, dan ternyata di sini memang diwajibkan untuk konsultasi terlebih dahulu sebelum bisa membeli krimnya. Hari itu saya konsultasi dengan suster dan beliau hanya mengatakan bahwa wajah saya iritasi dan kusam. Setelah itu, suster memberi resep yang berisi krim iritasi, krim pemutih 4, krim tabir surya, susu pembersih wajah dan sabun cair.
Pada awal pemakaian saya cukup puas dengan efek dari krim ini, wajah saya sudah mulai cerah walau tetap kasar setiap dipegang. Setelah 1 minggu pemakaian ada reaksi yang cukup mengkhawatirkan, yaitu timbul beruntus yang lebih parah di daerah kening. Akhirnya saya memutuskan untuk kembali dan konsultasi dengan dokter langsung, saat itu saya hanya disarankan untuk mengganti krim dengan dosis yang lebih rendah. Setelah penggantian krim, beruntus di wajah memang sedikit berkurang namun malah timbul jerawat yang lebih besar di wajah. Awalnya saya pikir memang cara kerjanya seperti itu, namun setelah 2 minggu jerawat semakin banyak di kening dan hidung serta komedo yang sangat mengganggu.
Akhirnya atas saran dari teman dan keluarga, saya memutuskan untuk berhenti menggunakan krim dari Dr. Eva Dharmawangsa dan kembali ke Eva Mulia. Untuk saat ini sepertinya saya memang belum siap untuk berhenti memakai krim Eva Mulia, karena butuh niat dan tekat yang kuat agar iman tidak goyah dalam prosesnya hehe. Pada intinya, perawatan wajah memang sensitif karena setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda satu sama lain, sehingga tidak semua orang dapat cocok dengan produk yang sama. Sekian. 
Read More >>

Pinocchio


Ketika masuk masa liburan seperti saat ini, banyak orang yang memilih untuk berwisata bersama keluarga, namun tidak untuk saya. Saya bukan tipe orang yang suka berlibur di tempat ramai. Saya lebih suka menikmati hari libur dengan beristirahat dan menonton drama korea terbaru di kamar. Baru-baru ini ada satu drama korea yang sangat menarik berjudul Pinocchio yang tayang setiap hari rabu dan kamis malam di saluran televisi korea SBS.
Seperti kebanyakan drama SBS lainnya yang bercerita tentang sebuah profesi, kali ini SBS mengangkat profesi reporter sebagai temanya. Apa yang membuat Pinocchio menarik? Salah satu alasan utamanya bagi saya adalah hadirnya Lee Jong Suk sebagai salah satu pemeran utama. Pada drama ini, Lee Jong Suk berperan sebagai Choi Dal Po/Ki Ha Myung dan dipasangkan dengan Park Shin Hye yang berperan sebagai Choi In Ha. Judul drama ini di ambil dari sebuah penyakit sindrom (fiktif) yang di derita Choi In Ha yang membuatnya selalu cegukan setiap ia berbohong.
            Drama ini bermula dari kisah sebuah keluarga kecil kepala pemadam kebakaran Ki Ho Sang beserta istri dan kedua anaknya Ki Jae Myung dan Ki Ha Myung yang harus hancur karena sebuah fitnah yang dibuat oleh seorang reporter bernama Sung Cha Ok. Kehancuran keluarga itu berawal dari peristiwa kebakaran di sebuah pabrik yang membunuh 9 orang dari tim pemadam kebakaran yang diketuai Ki Ho Sang. Ki Ho Sang dianggap lalai karena membiarkan timnya masuk ke dalam pabrik dan menyebabkan mereka meninggal akibat ledakan susulan dari ruang bahan peledak. Tubuh Ki Ho Sang yang tidak ditemukan, disusul dengan kesaksian seorang laki-laki Pinocchio yang melihat sosok pria mirip dengan Ki Ho Sang membuatnya dianggap sengaja melarikan diri. Rumor tersebut semakin menjadi ketika reporter Sung Cha Ok dari MSC News memanfaatkan situasi dan memanipulasi beritanya. Hal ini membuat keluarga Ki Ho Sang sangat dibenci oleh seluruh lingkungan bahkan Negara. Istri Ki Ho Sang tidak sanggup menghadapi semua cacian dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri dengan terjun ke laut bersama Ki Ha Myung (adik) saat Ki Jae Myung (kakak) pergi dari rumah.

Episode demi episode dihadirkan dengan berbagai konflik yang sangat menarik. Saya pribadi sangat menyukai jalan ceritanya yang tidak pernah membosankan dan penuh dengan kejutan. Drama ini masih terus berjalan hingga saat ini dan jawaban dari teka-teki di balik manipulasi berita kebakaran itu semakin terkuak. Tidak hanya menyuguhkan persoalan cinta, drama ini juga menunjukkan arti keluarga, persahabatan dan banyak pembelajaran lainnya. Saya pribadi sangat merekomendasikan drama ini untuk dijadikan tontonan bersama di waktu senggang.
Read More >>

3EB01

Bersama dalam satu kelas untuk tiga tahun memang bukan waktu yang singkat. Bukan hal yang mudah untuk menahan ego dan menyatukan pendapat masing-masing. Tidak jarang perang dingin harus terjadi karena perbedaan pendapat satu sama lain. Meskipun sulit untuk menyatukan hati dan pikiran, di sinilah saya menemukan keluarga baru. Saya memang bukan orang yang lemah lembut, saya juga bukan orang yang mampu mengendalikan emosi dengan baik, tapi di sini saya bisa menjadi diri sendiri.
            Pada hari Kamis tanggal 18 Desember 2014 yang lalu, saya dan teman-teman 3EB01 berangkat dari Kampus E Universitas Gunadarma Kelapa Dua pukul 07.30 menuju ke salah satu vila di daerah cisarua. Perjalanan ini memang sudah kami rencanakan dan persiapkan sejak satu bulan yang lalu. Kegiatan ini dilakukan untuk menjalin keakraban dan lebih mengenal diri satu sama lain, karena tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang ada saja kesalahpahaman yang membuat hubungan kami renggang selama hampir satu setengah tahun ini.
            Setibanya di vila kami langsung berbagi kamar tidur dengan sistem acak dan mengumpulkan bahan-bahan makanan yang harus dibawa untuk kebutuhan selama 3 hari 2 malam. Setelah memasukkan barang-barang ke kamar, saya dan teman saya yang bernama esty pergi ke luar untuk berfoto, karena teman saya yang satu ini memang hobi sekali selfie. Cuaca yang cukup cerah membuat langit terlihat sangat indah, sehingga kami merasa hangat meskipun udaranya dingin.
            Selama 3 hari 2 malam menginap, kami melakukan berbagai kegiatan. Berbagai permainan dibuat untuk mengasah kekompakan dan membantu kami dalam mengenal kepribadian masing-masing. Di malam terakhir kami mengadakan acara api unggun dan tukar kado, pada saat itu kami diminta untuk mengungkapkan kesan dan pesan selama acara ini. Sayangnya saya bukan orang yang dapat mengungkapkan apa yang saya rasakan dengan baik di hadapan banyak orang, sehingga tidak banyak yang dapat saya ungkapkan.
            Melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan rasa yang tidak pernah bisa terucapkan selama bersama dan khususnya dalam kehangatan malam keakraban Desember lalu.

Hai 3EB01, terima kasih untuk hari-hari yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Kehangatan keluarga besar yang tidak akan pernah tergantikan selamanya. Terima kasih untuk semua teman yang telah mempersiapkan semuanya dengan sangat baik, termasuk semua sajian yang disiapkan dengan susah payah selama beberapa hari yang lalu. Saya bangga menjadi bagian dari keluarga ini, maaf untuk selalu menjadi Dian yang menyebalkan dan egois. Terimakasih untuk bisa menerima saya apa adanya. Semoga Allah selalu menyertai jalan 3EB01 menuju JCC tahun 2016 untuk meraih cita-cita dan kesuksesan bersama. Amin.
Read More >>

Kisah Cinta Pemimpi Kecil


Ini adalah kisah cinta saya dengan musik.  Perkenalan saya dengan musik terjadi saat tanpa sengaja saya mendengar sebuah lagu dari salah satu band asal irlandia beraliran folk rock bernama the corrs. Lantunan musik yang enak serta irama yang mudah diikuti membuat saya candu dengan musik tersebut, walaupun saat itu saya masih berumur 5 tahun. Sejak saat itu saya mulai suka bernyanyi, karena bagi saya menyanyi adalah cara yang paling mudah untuk menikmati musik ketika saya masih buta akan segala macam alatnya.
Keinginan saya untuk memperdalam musik semakin menggebu ketika duduk di bangku sekolah dasar. Kala itu, saya melihat Sherina berkolaborasi dengan Westlife di televisi. Saya mulai bermimpi untuk bisa memiliki nasib seberuntung dia, muda, bersuara merdu, dan bisa memainkan alat musik. Sayangnya, keinginan saya untuk memperdalam musik dengan mengikuti les tidak diizinkan oleh orang tua saya. Meskipun demikian saya tidak habis akal, akhirnya saat masuk sekolah menengah pertama saya bergabung dengan kegiatan ekstrakulikuler paduan suara, di sana saya mulai mengenal berbagai jenis suara seperti, sopran, alto, bass dan lain-lain.
Dengan bermodalkan suara yang kata orang lumayan enak didengar, beberapa kali saya pernah berniat untuk mengikuti kontes menyanyi yang diadakan setiap tahun di beberapa stasiun televisi nasional, namun orang tua saya tetap tidak mengizinkan karena mereka khawatir hal tersebut dapat mengganggu kegiatan formal saya di sekolah. Mereka menganggap bahwa berkarir di bidang informal seperti menyanyi bukanlah pekerjaan yang menjajikan di masa depan. Orang tua saya selalu berkata, memiliki suara bagus itu hanya bonus dari Tuhan dan bukan untuk dijadikan pekerjaan.
Walalupun terhalang restu orang tua  untuk serius bernyanyi, saya tetap menjadikan ini sebagai hobi. Teknologi yang semakin modern saat ini membuat saya mudah mengapresiasikan diri. Dengan bergabung di salah satu media sosial bernama SoundCloud, keinginan menjadi penyanyi itu sedikit terobati. SoundCloud merupakan media sosial dimana orang di seluruh dunia bisa mendengar suara kita, bisa berupa catatan harian, puisi, dan menyanyikan lagu dengan versi sendiri. Melalui Soundcloud saya menemukan dunia baru, semua jenis musik ada di sini, musik versi lama yang mungkin sudah membosankan bisa kembali fresh untuk didengar dengan versi dan aransemen yang berbeda dari aslinya. Ini adalah akun saya di SoundCloud, semoga bisa dinikmati lebih banyak orang. Wassalam.
Read More >>

Hijab untuk Hatiku


Banyak perempuan beralasan “belum siap” jika ditanya tentang berhijab. Padahal, menurut saya berhijab bukan perkara siap atau tidaknya hati kita tetapi seberapa besar keinginan kita untuk menjadi orang yang lebih baik. Jadi kenapa harus dijadikan beban?
Jujur kisah awal saya mulai berhijab memang bukan semata-mata karena menganggap ini adalah sebuah kewajiban. Semuanya bermula dari perkenalan saya dengan seorang laki-laki dari dunia maya. Dia bukan orang asing, laki-laki itu adalah teman kursus sahabat saya. Semakin lama, semakin dekat, saya semakin merasa ada sesuatu yang lebih dari hati ini untuk dia. Sampai pada suatu hari saya tahu bahwa dia baru saja resmi berpacaran dengan seorang perempuan, teman satu sekolahnya. Tidak heran dia menyukai perempuan itu, wajahnya cantik bersinar dengan hijab menutupi kepalanya, sikapnya baik, ramah, dan santun. Saat itu, hal yang pertama kali saya pikirkan adalah “kalau saya pakai hijab, saya pasti bisa mengalahkannya”, hingga akhirnya saya memutuskan untuk mulai berhijab.
Hari demi hari berjalan hingga akhirnya saya lupa alasan awal saya berhijab. Saya sadar bahwa keputusan saya saat itu bukan kesungguhan dari lubuk hati,  hingga sempat terbesit untuk melepas hijab dan kembali seperti dulu. Namun saya urungkan niat itu karena saya merasakan sendiri seberapa besar hijab ini menuntun saya ke arah yang lebih baik. Sebelumnya, jangankan untuk melaksanakan sholat 5 waktu dan tepat waktu, untuk melaksanakannya sekali waktu pun rasanya berat. Namun sekarang, untuk menundanya saja pasti ada rasa malu dari dalam diri ini dengan Sang Pencipta. Bukan hanya itu, sejak berhijab secara otomatis ucapan mulai terjaga dan terhindar dari kata-kata kasar. Tingkah laku mulai tertata dan selalu berusaha untuk berpikir positif atas semua yang terjadi.
Banyak orang berkata bahwa rambut adalah mahkota wanita, tapi saya percaya sebagai umat muslim bahwa hijab adalah mahkota terindah dari seorang wanita yang tidak hanya membuatnya lebih cantik, tapi juga melindunginya dari segala keburukan. Menurut saya, sebuah kecantikan yang sesungguhnya berasal dari hati yang bersih dan bukan semata-mata karena keindahan fisik. Begitulah kisah saya dalam berhijab, insha Allah berkah. Wassalam.
Read More >>